Hari Baik


Setumpuk berkas, suara bising printer, perut lapar, hati tidak tenang, teringat muka bos yang asem bak tape basi. Ah sudahlah. Aku masih butuh gaji ku. Saat itu Jakarta terik setelah hujan beberapa hari, aku tarik napas panjang. Ku hembuskan pelan-pelan. Sematkan senyum kecil. Berjalan selangkah, dua langkah, lalu banyak langkah hingga berhenti tertegun siang itu pada pemandangan yang menyenangkan. Matahari saat itu bersinar secantik-cantiknya, langit biru tak kalah menawan membawa harmoni, sesekali angin bertiup menggoda pepohonan. Lalu? 
Pepohonan membalas bergoyang-goyang. Sumringah, bersemangat, dan bergejolak timbul dalam hati. Aku anggap hari ini alam sedang menyemangatiku, seperti bilang "bersenang-senanglah disetiap hal buruk itu. Bagaimana caranya, kamu yg tau."
Sungguh hari yang baik. Terimakasih Tuhan. 

Komentar

Postingan Populer